PEMBELAJARAN 3
AKU ANAK SALIH
Pada masa pandemi covid 19 ini seluruh aktifitas yang biasanya berjalan lancar menjadi terhambat, sebab kita semua harus menjaga jarak, menghindari krumunan dan patuh pada protokol kesehatan. salah satu kegiatan yang sampai sekarang masih belum berani menjalankan aktifitas seperti biasa adalah bidang pendidikan, mengapa? karena pendidikan tidak terlepas dari proses belajar mengajar dengan tatap muka dan bertemu didalamnya juga berisi anak-anak yang belum bisa menerapkan protokol kesehatan, maka dari itu inisiatif pemenrintah dalam memutusrantai penyebaran virus covid 19 dengan mengadakan belajar di rumah atau terkenal dengan istilah WFH (Work from Home).
Menghadapi kondisi yang seperti ini guru dan orang tua harus extra sabar menghadapi anak-anaknya. karena pembelajaran online bukan pembelajaran yang sangat mudah tetapi cukup menyulitkan orang tau dan guru. kenapa demikian? karena belajar Daring (Dalam Jaringan) atau Luring (Luar Jaringan) butuh suport penuh terhadap jaringan internet, prangkat handphone atau laptop yang jarang dimiliki oleh orang tua siswa. maka dari itu khususnya guru harus lebih giat dalam mempersiapkan pembelajaran yang akan diajarkan. berikut ini kita sajikan materi pembelajaran PAI yang siap diajarkan kepada anak didiknya dan semoga materi Materi PAI Daring Kelas 4 SD/MI Pembelajaran 3 ini memeberikan manfaat bagi yang membanya.. aamiin
Anak-anakku yang soleh-solehah siapa
yang mau jadi anak soleh dan solehah..? angkat tangannya…! Baik alhamdulillah
semuanya mau menjadi anak soleh dan solehah. Tapi ada yang tahu gaK caranya
jadi anak yang soleh solehah ? ya semuanya benar…. banyak cara menjadi anak
yang soleh solehah, tapi pada kesempatan ini kita akan membahas 2 cara menjadi
anak yang soleh solehah dengan cara bersikap jujur dan amanah.
Menjadi
anak soleh solehah yang pertama adalah bersikap jujur.
Sebelumnya
bapak punya cerita kisah anak yang jujur
Pada
suatu malam, Khalifah Umar ditemani pengawalnya berkeliling negeri untuk
melihat dari dekat kehidupan rakyatnya. Sampai di pinggiran kota Makkah,
khalifah tertarik melihat sebuah gubuk kecil. Beliau mendengar suatu
percakapan.
“Anakku,
malam ini kambing kita mengeluarkan susu sedikit sekali. Ini tidak cukup untuk
memenuhi permintaan pelanggan besok pagi,” keluh wanita itu kepada anaknya.
Dengan
tersenyum, anak gadisnya itu menghibur, “Ibu, tidak usah disesali. Inilah
rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga besok kambing kita
mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi.”Namun, aku khawatir para pelanggan
tidak mau membeli susu kepada kita lagi jawab ibunya.
Bagaimana
kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?” “Jangan, Bu!” gadis
itu melarang. “Bagaimanapun kita tidak boleh berbuat curang. Lebih baik kita
katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa hasil susu hari ini hanya sedikit.
Mereka tentu akan memakluminya. Lagi pula, kalau ketahuan, kita akan dihukum
oleh Khalifah Umar. Percayalah, ketidakjujuran itu akan menyiksa hati.”
“Bagaimana
mungkin Khalifah Umar tahu!” kata ibu itu kepada anaknya. “Saat ini beliau sudah
tidur pulas di istana megah tanpa pernah mengalami kesulitan seperti kita.
”
Gadis remaja itu tersenyum dan berkata, “Ibu, memang khalifah tidak melihat apa
yang kita lakukan sekarang. Tapi, Allah Maha Melihat setiap perbuatan kita.
Meskipun kita miskin, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai
Allah.”
Dari
luar gubuk, Khalifah Umar kagum dengan kejujuran gadis itu. Ternyata, kemiskinan tidak membuatnya untuk
berbuat curang.
Keesokan
harinya, Khalifah Umar memerintahkan beberapa orang untuk menjemput wanita
pemerah susu dan anak gadisnya. Beliau bermaksud akan menikahkan putranya
dengan gadis yang jujur itu.
Jadi anak-anakku yang soleh solehah Apa keuntungan orang jujur? Allah Swt. senang dengan orang jujur. Kemudian, sikap jujur disenangi semua orang. Orang jujur selalu banyak teman dan dicari orang. Sebaliknya, Allah Swt. tidak senang kepada orang yang tidak jujur, dan orang tidak jujur akan dibenci semua orang.
Bersikap jujur itu yaitu yang tulus dan lurus hatinya, tidak curang dan tidak berbohong. Misalnya, jujur mengerjakan tugas, seperti ujian atau ulangan tidak mencontek dan jujur menggunakan uang, seperti mengembalikan uang kembalian sisa belanja. Mengatakan sesuatu dengan jujur, misalnya mengakui kesalahan. Seperti pertanyaan guru, “Apakah kalian belajar di rumah?” Apabila tidak belajar, katakanlah dengan jujur “Saya tidak belajar.”
Amanah
artinya dapat di percaya.
Amanah
merupakan salah satu sifat wajib rosul.
Sifat
Amanah hendaknya dimiliki oleh setiap muslim.
Anak
-anak tau tidak ciri-ciri sifat Amanah?
Ciri-ciri
orang yang memiliki sifat Amanah antaralain :
1. Menjaga
sesuatu yang telah dititipkan padanya
2. Jika
memberikan informasi tidak ditambah maupun dikurangi
3. Selalu
menepati janji
4. Selalu
berkata jujur
Supaya anak-anak lebih
memahami mengenai sifat Amanah mari kita simak kisah Rosulullah berikut ini :
Pada
usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw mulai ikut berdagang ke Syam bersama pamannya.
Dalam berdagang, beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan
yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Mengingat sikapnya itu, beliau
mendapatkan gelar al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya.
Sebagai
umat Nabi Muhammad saw., kita harus meneladani perilakunya, misalnya:
•
rajin belajar;
•
berkata jujur dan tidak suka
berbohong
•
menjaga nama baik orang tua
kita;
•
menjaga kepercayaan orang lain
• menjaga nama baik guru dan sekolah.
1. Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua
Ayah
dan ibu telah berjasa mengasuh dan memelihara kita. Terlebih ibu yang telah
melahirkan kita dan membesarkan kita oleh karena itu kita harus patuh kepada
mereka berdua. Apalagi Hormat dan patuh kepada orang tua adalah perintah Allah.
Bagaimana caranya hormat dan patuh kepada orang tua? Allah Swt telah menjelaskan dalam firmanNya Surah Al-Isro’ : 23
Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai di usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dau ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang sopan
Ada
beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua antara lain:
1.
Patuh dan taat bila dinasihati
2.
Rajin shalat dan belajar untuk memenuhi harapannya
3.
Sanggup membantu di rumah sesuai kemampuan kita
4. Selalu ingat untuk
mendoakannya, seperti doa berikut:
Artinya: “Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
Selain
kita hormat dan patuh kepada orang tua kita juga diharuskan hormat kepada
sesama anggota keluarga, misalnya:
hormat kepada kakak dan sayang kepada adik.
2. hormat dan patuh kepada Guru.
Guru
telah berjasa mendidik dan
mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimanakah cara kita
menghormati guru?
Berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru:
a. Saat bertemu dengan guru mengucapkan “Assalāmu‘alaikum” bersalaman dengan mencium tangannya;
b. Saat guru memberi tugas/PR, hendaknya selalu mengerjakan dan menyelesaikan tepat waktu, tidak bermalas-malas dan mengeluh.
c. Saat guru menasihati, mendengarkan dengan tulus dan menaati nasihatnya.
d. Saat berbicara dengan guru, Berbicara dengan santun, Suara tidak terlalu keras dan Tidak memotong pembicaraannya.
e. Saat guru sedang mengajar, duduk tenang dan tidak mengganggu teman, tidak berbicara sendiri sehingga berisik atau gaduh dan memperhatikan pelajaran disekolah.
Baik anak-anak, pasti kalian udah faham dan mengerti kan… bagaimana menghormati orang tua dan guru… mulai sekarang, berusahalah dengan sebaik mungkin untuk menerapkannya di rumah ya…. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka, nauuzubillah min zaalik.
Santun berarti halus budi, baik bahasa dan sopan tingkah lakunya. Orang santun biasanya sabar, tenang, sopan, penuh rasa belas kasihan dan suka menolong. Sedangkan, menghargai berarti menghormati, mengindahkan, dan memandang penting kepada orang lain.
Orang yang tidak menghargai berarti orang yang meremehkan atau tidak peduli terhadap orang lain. Allah SWT adalah zat yang Maha Penyayang, Maha Pengasih, Maha Pemaaf, Maha Penyantun kepada semua makhluk-Nya. Sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah berikut ini.
Artinya: “Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (Surah al-Hadid/ 57: 9)
Sebagai anak muslim kita hendaknya mampu menjadi orang yang santun dan selalu menghargai teman baik itu teman yang sama keyakinannya maupun yang berbeda keyakinannya dengan kita.
Sikap santun dan menghargai teman dapat kita lakukan dalam setiap perkataan dan perilaku kita sehari-hari misalnya :
1. Mengucapkan salam, selalu memperhatikan, dan bermuka manis (berseri-seri) saat bertemu. Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sesuatu kebaikan, walaupun hanya dengan muka manis, bila kamu bertemu dengan saudaramu.”
2. Berbicara dengan lembut dan tenang, suara tidak terlalu keras, dan tidak berkata kasar,dan kotor yang dapat menyakiti hati orang lain.
3. Berteman tanpa pilih kasih. Bersahabat dan bermain dengan siapa saja.
4. Mengucapkan “terima kasih” kepada teman yang telah berjasa.
5. Minta maaf kepada teman apabila kita bersalah, menyinggung perasaan.
Artikel Terkait :
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 1 SD/MI
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 2 SD/MI
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 3 SD/MI
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 4 SD/MI
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 5 SD/MI
☑ Rangkuman Materi Pembelajaran Agama Islam (PAI) Kelas 6 SD/MI
0 comments
Post a Comment